Table of Contents

Fungsi Biosafety Cabinet : Definisi, Jenis, dan Cara Kerjanya

fungsi biosafety cabinet
generated by ai

Laboratorium berfungsi sebagai pusat bagi berbagai penelitian, di mana para peneliti berhadapan dengan berbagai jenis material. Mulai dari kultur mikroba, jaringan sel, hingga sampel biologis yang berpotensi infeksius. Karena itu, keamanan dan keselamatan adalah hal penting yang wajib diperhatikan. Fokusnya tidak hanya pada sampel dan operator, tetapi juga menjaga kebersihan ruang kerja agar tetap aman terkendali

Salah satu perangkat yang dirancang khusus untuk menjaga keamanan tersebut adalah Biosafety Cabinet (BSC), fungsi biosafety cabinet adalah menjaga kebersihan udara serta mencegah penyebaran zat biologis ke lingkungan.

Pada Artikel ini, kita akan membahas apa itu biosafety cabinet, fungsinya, prinsip kerja, jenis-jenisnya, hingga kapan alat ini wajib digunakan di laboratorium.

Pengertian Biosafety Cabinet (BSC)

BSC atau singkatan dari biosafety cabinet adalah area kerja tertutup tempat operator melakukan kegiatan laboratorium, seperti membuka tabung sampel, memindahkan kultur mikroba, mencampur reagen, atau menanam bakteri. Semua aktivitas itu dilakukan di dalam kotak pelindung yang sudah dilengkapi dengan sistem aliran udara steril.

Fungsi Utama Biosafety Cabinet

Fungsi biosafety cabinet pada dasarnya adalah memberikan perlindungan kepada 3 aspek penting saat bekerja dengan sampel biologis, yaitu :

Melindungi Operator dari Bahaya

Aktivitas seperti pipetting, mixing, atau membuka kultur mikroba dapat menghasilkan aerosol halus yang membawa patogen. Partikel kecil ini bisa berbahaya untuk kesehatan. Biosafety cabinet mengatasi ini dengan menarik udara masuk (inflow) sehingga aerosol langsung “ditelan” oleh sistem aliran udara dan tidak mengarah ke operator.

Menjaga Sterilitas Sampel

Selain melindungi operator, BSC juga melindungi sampel dari kontaminasi dengan cara menghasilkan aliran udara bersih yang menciptakan zona kerja steril, membuat mikroorganisme atau debu dari luar tidak mudah masuk ke sampel.

Mencegah Kontaminasi Lingkungan

Udara yang dilepaskan dari kabinet sudah difilter terlebih dahulu. Dengan begitu, mikroorganisme yang berpotensi berbahaya tidak langsung tersebar ke ruangan laboratorium. Lingkungan tetap aman, bahkan jika operator bekerja dengan sampel biologis patogen.

Prinsip Kerja Biosafety Cabinet

Untuk mencapai tiga fungsi biosafety cabinet tadi. Alat ini mengandalkan mekanisme kerja yang cukup kompleks, Prinsip kerja biosafety cabinet bertumpu pada tiga komponen utama, yaitu : aliran udara (airflow), filtrasi HEPA, dan sistem pembuangan (exhaust). Mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut:

Penarikan Udara Masuk

Proses dimulai saat udara dari ruangan ditarik masuk melalui bukaan depan kabinet. Aliran udara yang masuk (inflow) ini berfungsi sebagai penghalang pertama yang mencegah aerosol atau percikan mikroba keluar menuju operator. Inilah lapisan perlindungan paling dasar dari sebuah BSC.

Filtrasi oleh HEPA Filter

Udara yang sudah masuk kemudian di proses melewati HEPA filter.
Filter ini mampu menangkap 99,97% partikel berukuran ≥ 0,3 mikron, termasuk bakteri, spora jamur, dan sebagian besar virus.

Distribusi Udara Bersih

Setelah tersaring, udara dialirkan kembali ke area kerja dengan tujuan untuk Menjaga lingkungan kerja tetap steril.

Exhaust Pembuangan Udara Terkontrol

Sebelum dilepaskan kembali ke ruangan atau ducting, udara kembali melewati HEPA filter. Sistem ini juga mempertahankan negative pressure, sehingga udara dari dalam kabinet tidak dapat keluar bebas.

Jika anda ingin memahami cara kerja dan komponen yang membentuknya secara lebih detail, anda bisa membaca artikel “Cara Kerja Biosafety Cabinet: Memahami Mekanisme dan Komponen Pentingnya” yang menjelaskan mekanismenya secara teknis.

Jenis Kelas Biosafety Cabinet

Meskipun prinsip kerjanya sama, tingkat perlindungan setiap BSC berbeda-beda. Karena itu, BSC dibagi menjadi beberapa kelas untuk menyesuaikan tingkat perlindungan berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat risikonya. Berikut adalah perbandingannya :

Biosafety Cabinet Class I

  • Melindungi operator dan lingkungan.
  • Tidak melindungi sampel.
  • Airflow: 100% udara masuk dari depan dan langsung dibuang melalui HEPA.
  • Cocok untuk pekerjaan seperti pengolahan bahan berdebu atau aktivitas yang tidak membutuhkan sterilitas sampel.

Biosafety Cabinet Class II

Class paling umum di laboratorium karena memberikan perlindungan lengkap untuk operator, produk, dan lingkungan.
Terdiri dari beberapa tipe, tetapi dua yang paling sering digunakan adalah :

Class II Type A2

  • 70% udara disirkulasi kembali.
  • 30% udara dibuang melalui HEPA.
  • Digunakan untuk mikroorganisme Risk Group 1–3.
  • Tidak cocok untuk bahan kimia beracun dalam jumlah besar.

Tipe ini paling fleksibel dan menjadi standar di banyak lab mikrobiologi, universitas, hingga klinik.

Class II Type B2

  • 100% udara dibuang keluar melalui ducting.
  • Aman untuk agen biologis dan bahan kimia volatil.
  • Banyak dipakai di laboratorium risiko tinggi atau fasilitas dengan prosedur yang sensitif.

Jenis ini memberikan level perlindungan ekstra karena tidak ada resirkulasi udara.

Biosafety Cabinet Class III

  • Kabinet tertutup sepenuhnya (glovebox).
  • Perlindungan paling tinggi.
  • Cocok untuk patogen Risk Group 4.
  • Menggunakan glove port dan tekanan negatif permanen.

Class III biasanya ditemukan di fasilitas biokonten level tertinggi seperti BSL-3+ atau BSL-4.

Jadi, setiap kelas memiliki karakteristik airflow dan tingkat perlindungan yang berbeda. Panduan lebih lanjut mengenai perbedaannya juga dibahas dalam artikelType dan Class Biosafety Cabinet: Panduan Memilih BSC Sesuai Kebutuhan Laboratorium”.

Kapan BSC Harus Digunakan?

Kebutuhan penggunaan biosafety cabinet muncul Ketika terdapat aktivitas yang berpotensi menghasilkan aerosol atau melibatkan sampel biologis yang mudah menular. Pada operasi sehari-hari, Alat ini digunakan untuk berbagai aktivitas kritis seperti untuk kultur sel, manipulasi mikroorganisme, dan pekerjaan klinis yang menuntut lingkungan kerja steril serta aman bagi operator.

Beberapa kondisi yang mengharuskan penggunaan BSC meliputi:

  • Kultur sel, kultur mikroba, atau manipulasi jaringan
  • Prosedur yang berpotensi menghasilkan aerosol: pipetting, mixing, vortexing, hingga membuka tabung pasca-centrifuge
  • Penanganan sampel patogen seperti vial, plate, atau kultur bakteri aktif
  • Biosafety cabinet di laboratorium mikrobiologi untuk menjaga ruang kerja tetap bersih dan mencegah kontaminasi silang
  • Penelitian bioteknologi rekombinan atau eksperimen GMO
  • Biosafety cabinet untuk chemotherapy tertentu yang dikategorikan biohazard dan membutuhkan proteksi operator
  • Pengolahan sampel klinis seperti isolasi bakteri atau pemeriksaan PCR pathogen

Selama aktivitas memiliki risiko aerosol, kontaminasi silang, atau paparan agen biologis, penggunaan BSC menjadi langkah wajib untuk menjaga keselamatan kerja. Dan di beberapa tempat, efektivitas ini sangat bergantung pada seberapa baik cara penggunaan dan instalasi biosafety cabinet dilakukan

Untuk panduan lengkap cara penggunaan dan perawatannya, anda bisa membaca artikel “Penggunaan Biosafety Cabinet dan Panduan Perawatannya”

 

Kesimpulannya, biosafety cabinet adalah alat perlindungan yang paling penting dalam laboratorium karena menawarkan area kerja tertutup dengan aliran udara yang terjaga kebersihannya. Melalui kombinasi sistem aliran masuk, filter HEPA, aliran udara laminar, dan mekanisme pembuangan yang terkontrol, BSC dapat memberikan perlindungan secara menyeluruh untuk pengguna, sampel, dan juga lingkungan sekitar.

Setiap aktivitas yang melibatkan mikroorganisme, kultur sel, atau tindakan yang bisa menghasilkan aerosol sebaiknya dilakukan menggunakan BSC untuk mengurangi risiko kontaminasi silang serta paparan terhadap sampel biologis.

 

Sumber dan Referensi :

  1. Biosafety in Microbiological and Biomedical Laboratories (BMBL) – CDC & NIH
    https://www.cdc.gov/labs/BMBL.html
  2. WHO Laboratory Biosafety Manual – World Health Organization (WHO)
    https://www.who.int/publications/i/item/9789240011311
  3. NSF/ANSI Standard 49 – Standar Kinerja Biosafety Cabinet Class II
    https://www.nsf.org/
fungsi biosafety cabinet