Saat melakukan pengujian di laboratorium, suhu yang dibutuhkan tidak selalu tinggi. Beberapa proses justru membutuhkan suhu rendah atau sedang dan harus dijaga tetap stabil selama pengujian berlangsung.
Karena itu, alat seperti oven laboratorium tidak selalu cocok untuk setiap kebutuhan. Beberapa proses justru membutuhkan pemanasan yang stabil pada suhu relatif rendah. Salah satu alat yang digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah waterbath.
Lalu, apa itu waterbath dan apa saja fungsinya? Artikel ini akan membahas waterbath mulai dari pengertian, fungsi, prinsip kerja, jenis-jenis, hingga penggunaannya di berbagai bidang.
Pengertian Water bath
Penangas air atau water bath adalah alat laboratorium berbentuk wadah yang diisi air dan dilengkapi pemanas untuk menghangatkan sampel secara tidak langsung melalui air.
Fungsi Waterbath
Waterbath berfungsi untuk menjaga dan memanaskan sampel pada suhu tertentu selama proses berlangsung. Karena panas merambat melalui air, sampel tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas. Hal ini membuat pemanasan lebih merata dan membantu mengurangi risiko sampel menerima panas yang terlalu tinggi. Sehingga waterbath banyak digunakan di berbagai proses laboratorium, beberapa penggunaannya antara lain :
1. Inkubasi sampel
Waterbath dapat digunakan untuk menginkubasi kultur bakteri, mikroorganisme, maupun sel pada suhu tertentu. Suhu inkubasi disesuaikan dengan jenis kultur yang digunakan. Misalnya, kultur yang membutuhkan kondisi mendekati suhu tubuh manusia dapat diinkubasi pada suhu sekitar 37°C.
2. Mempertahankan suhu media dan reagen
Waterbath dapat digunakan untuk menjaga media, reagen, atau larutan tetap pada suhu yang dibutuhkan. Salah satu contohnya adalah menjaga media agar cair tetap dalam kondisi cair sebelum digunakan, sehingga lebih mudah dituangkan tanpa memberikan panas berlebih pada komponen yang sensitif.
3. Membantu proses reaksi
Beberapa reaksi kimia maupun proses biologis membutuhkan suhu tertentu agar dapat berlangsung dengan baik. Waterbath membantu menjaga suhu tersebut tetap stabil selama reaksi berlangsung.
4. Mencairkan sampel beku
Waterbath dapat digunakan untuk proses thawing atau pencairan sampel yang disimpan dalam kondisi beku. Pemanasan melalui air membantu sampel mencair secara lebih merata dibandingkan dengan pemberian panas secara langsung.
5. Membantu proses preparasi sampel
Di beberapa laboratorium, waterbath digunakan untuk menghangatkan atau melarutkan bahan sebelum masuk ke tahap pengujian berikutnya. Suhu yang stabil membantu mencegah perubahan sifat sampel akibat pemanasan yang terlalu tinggi.
Lalu, bagaimana waterbath bisa memanaskan sampel secara merata?Untuk mengetahuinya, kita perlu melihat prinsip kerja alat ini.
Prinsip Kerja Water Bath

Prinsip kerja Waterbath adalah memanaskan air menggunakan pemanas yang ada di bagian dasar bak. Panas dari pemanas kemudian menyebar melalui air secara konveksi dan diteruskan ke wadah sampel. Dengan begitu, sampel mendapatkan panas secara tidak langsung dan lebih merata.
Selama proses pemanasan, sensor akan memantau suhu air dan sistem akan mengatur kerja pemanas sesuai dengan suhu yang telah diatur. Jika suhu air turun, pemanas akan kembali bekerja untuk menaikkannya. Dengan cara ini, suhu air dapat dipertahankan sesuai kebutuhan selama proses berlangsung.
Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai cara kerja dan komponennya, baca artikel “Cara Kerja Waterbath dan Penjelasan Setiap Komponennya”.
Jenis Jenis Water Bath
Waterbath tersedia dalam beberapa jenis dengan mekanisme kerja yang berbeda. Ada yang menggunakan sirkulasi air untuk menjaga pemerataan suhu, sementara jenis lainnya dilengkapi mekanisme pengocokan untuk menggerakkan sampel selama proses pemanasan. Berikut beberapa jenis waterbath yang umum digunakan:
1. Circulating Water Bath

Circulating waterbath dilengkapi pompa sirkulasi yang membuat air mengalir ke seluruh bagian bak. Sirkulasi ini membantu mengurangi perbedaan suhu antara bagian bawah dan permukaan air, sehingga temperatur di dalam bak lebih merata. Jenis ini cocok digunakan untuk pengujian dengan kebutuhan suhu yang presisi, seperti kinetika enzim, uji serologi, dan analisis biokimia.
link produk : https://pusatalatlaboratorium.com/product/memmert-waterbath-wpe-45/
2. Non Circulating Water Bath

Non circulating waterbath tidak menggunakan pompa untuk mengalirkan air. Distribusi panas terjadi melalui konveksi alami, yaitu pergerakan air akibat adanya perbedaan suhu. Karena itu, keseragaman suhu pada jenis ini cenderung lebih rendah dibandingkan circulating waterbath. Non-circulating waterbath umumnya digunakan untuk pemanasan dasar, pencairan sampel, atau pengondisian reagen.
link produk : https://pusatalatlaboratorium.com/product/memmert-waterbath-wtb11/
3. Shaking Water Bath

Shaking waterbath menggabungkan fungsi pemanasan dengan mekanisme pengocokan atau shaker. Platform tempat sampel diletakkan dapat bergerak secara bolak-balik (reciprocal) atau orbital dengan kecepatan yang dapat diatur. Gerakan ini membantu mencampurkan sampel secara lebih merata dan mencegah pengendapan selama proses pemanasan. Karena itu, shaking waterbath banyak digunakan untuk kultur sel suspensi, fermentasi, dan ekstraksi sampel.
link produk : https://pusatalatlaboratorium.com/product/julabo-shaking-water-bath-sw-23/
Untuk mengenal berbagai jenis waterbath, karakteristik, serta cara memilihnya sesuai kebutuhan laboratorium, baca artikel “Jenis-Jenis Waterbath dan Cara Memilihnya”.
Penggunaan Water Bath

Setelah mengetahui pengertian, fungsi, prinsip kerja, dan jenis-jenisnya, terakhir kita akan membahas penggunaan waterbath di berbagai bidang laboratorium. Untuk mengetahui langkah penggunaan alatnya, Anda dapat membaca artikel “Cara Menggunakan Waterbath”.
Beberapa penggunaan waterbath yang umum antara lain:
1. Mikrobiologi dan Biologi Sel
Dalam mikrobiologi dan biologi sel, waterbath dapat digunakan untuk menginkubasi kultur bakteri atau mikroorganisme pada suhu tertentu. Suhu sekitar 37°C, misalnya, dapat digunakan untuk kultur yang membutuhkan kondisi mendekati suhu fisiologis. Waterbath juga dapat digunakan untuk menghangatkan media pertumbuhan sebelum digunakan atau mencairkan stok sel yang disimpan dalam kondisi beku.
2. Biologi Molekuler dan Biokimia
Dalam penelitian biologi molekuler dan biokimia, waterbath membantu berbagai proses yang membutuhkan suhu tertentu. Contohnya seperti ekstraksi DNA atau RNA, reaksi enzim, dan proses preparasi sampel. Suhu yang stabil membantu menjaga kondisi reaksi tetap sesuai dengan kebutuhan masing-masing metode.
3. Farmasi dan Kimia
Di laboratorium farmasi dan kimia, waterbath dapat digunakan untuk pengujian disolusi obat, studi kelarutan zat aktif, serta pemanasan pelarut organik yang mudah terbakar. Karena pemanasannya dilakukan melalui air dan tidak menggunakan api terbuka, waterbath membantu mengurangi risiko uap pelarut seperti metanol atau etil asetat tersulut selama proses pemanasan.
4. Laboratorium Klinis
Di laboratorium klinis, waterbath digunakan dalam berbagai pemeriksaan yang membutuhkan suhu tertentu. Misalnya, alat ini dapat digunakan untuk menghangatkan sampel atau bahan pemeriksaan serta mendukung proses pada pemeriksaan serologi, imunohematologi, dan analisis koagulasi.
Sebagai kesimpulan, waterbath merupakan alat laboratorium yang digunakan untuk memanaskan dan mempertahankan suhu sampel sesuai kebutuhan. Penggunaannya cukup luas, mulai dari inkubasi kultur dan preparasi sampel hingga berbagai proses di bidang biologi, farmasi, kimia, dan laboratorium klinis.
Agar waterbath tetap dapat digunakan dengan baik dalam jangka panjang, alat ini juga perlu dirawat dan dibersihkan secara rutin. Untuk mengetahui langkah-langkahnya, baca artikel “Cara Merawat Waterbath”.
Jika Anda sedang mencari waterbath untuk kebutuhan laboratorium atau cleanroom, PT Sains Steelindo Prima menyediakan berbagai pilihan waterbath dengan material berkualitas dan performa yang andal. Anda juga dapat berkonsultasi untuk menyesuaikan spesifikasi waterbath dengan kebutuhan penggunaan.



